• DI GARUDA WISNU KENCANA BERSAMA MELANI
  • DI PATUNG DEWA WISNU
  • MERASAKAN SUNSET YANG INDAH DI TANAH LOT
  • MEMANDANGI INDAHNYA PANTAI PECATU
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia 1. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2011

RESENSI ARTIKEL

RESENSI ARTIKEL MAJALAH
  1. DATA PUBLIKASI
    1. Tema                                 :    TEKNOLOGI
    2. Judul                                  :   PENYEDOTAN PULSA
    3. Penulis resensi                  :    Harry Harsono
    4. Pengarang artikel             :   UG
    5. Penerbit                            :    UG NEWS
    6. No / Tanggal terbit           :    Vol 8. | NO. 18 | 05 Nopember 2011 | Edisi : 186
    7. No. Halaman                     :    Halaman ke-10
  1. RINGKASAN     :
Kasus mengenai pencurian pulsa mengemuka di berbagai media beberapa waktu yang lalu. Masyarakat banyak yang mengadukan soal pencurian pulsa mereka yang dilakukan sejumlah Content Provider (CP) . Bila awalnya masyarakat sempat bingung karna tiba-tiba mendapat layanan SMS yang tak diinginkan dan kemudian pulsa berkurang,dan sebagainya,kini masyarakat mulai sadar apa yang sebenarnya terjadi.
  1. KEUNGGULAN :
  • Artikel mengandung unsur teknologi yang sangat berguna bagi pembaca.
  • Pengarang menulis artikel dengan gaya bahasa yang enak dibaca oleh remaja, jadi memberi kesan menarik untuk dibaca.
  • Judul artikel membuat pembaca mempunyai keingintahuan yang besar terhadap artikel jadi memberi rasa penasaran untuk dibaca.
  • Kreasi antara tulisan, warna dan gambar sangat kreatif sehingga menarik untuk dilihat.
  • Dengan membaca artikel ini membuat Pembaca jadi tahu tentang yang tidak diketahuinya selama ini.
  1. KELEMAHAN   :
  • Pengarang menulis dengan bahasa tidak baku sehingga lebih besar tertuju untuk remaja, pembaca yang sudah berusia tergolong tua memiliki kesusahan untuk membaca artikel.
  1. PENDAPAT       :
Artikel ini bagus karena menggugah rasa keingintahuan yang besar sehingga pembaca tahu mengapa pulsa bisa berkurang tetapi kurang dalam hasil penilitian akurat.

Minggu, 30 Oktober 2011

"Wine & Jazz Night " Ala Pastis





Lupakan sejenak (*hiruk pikuk*) kota Jakarta.Anda bisa mengunjungi Pastis Kitchen & Bar di Aston At Kuningan Suites, yang makin makin (*asyik*) untuk tempat ngumpul dan rileks.

Anda akan menikmati serangkaian program mingguan yang dihadirkan setiap Kamis,mulai pukul 19.00 WIB. Bagi yang ingin menikmati promo baru "Wine & Jazz Night" , cobalah menyambangi Pastis kitchen & Bar mulai 8 September 2011. Anda dapat menikmati alunan musik jazz, (*sembari*) bersantai bersama teman atau kekasih dalam suasana yang menyenangkan.

Pengunjung dapat menikmati pertunjukan dari berbagai musisi jazz, dengan sesekali (*meneguk*) berbagai pilihan wine yang ditawarkan resto bar. Hanya dengan merogoh kocek US$3, setiap tamu dapat minum satu gelas wine.

Promo ini digelar untuk memberikan hiburan dan pengalaman yang menarik bagi para tamu. Kombinasi pertunjukan musik jazz dan wine berkualitas dapat dinikmati semua kalangan, karena harganay sangat terjangkau.

Pastis Kitchen & Bar ini mampu menampung lebih dari 250 tamu. Resto bar ini memiliki al-fresco (*dinning backyard*), (*lounge*) yang nyaman, serta meja bar panjang.

Setiap hari, restoran buka mulai pukul 07.00 hingga pukul 23.00 WIB. Para tamu bisa menikmati aneka masakan lezat, baik untuk sarapan, santap siang, maupun santap malam, 

Dari pukul 16.00 hingga pukul 22.00 WIB, pengumjung mendapat tawaran "Happy Hours" atau beli satu gratis satu (*draft beer*). Tak hanya itu, setiap Rabu, Pastis menghadirkan acara "Acoustic Ladies Night", di mana para tamu perempuan dapat menikmati minuman (*cocktail*) gratis.

Selamat berkumpul dan bersenang-senang. (yip)

KOREKSI DIKSI:

Hiruk Pikuk = Kesibukan

Asyik = Asik
sembari = sambil

meneguk = minum dengan jumlah besar seharusnya di ganti mengicip karna wine diminum dengan porsi kecil bukan seperti saat kita meminum air yang porsinya besar
dinning backyard = halaman belakang yang telah di hias sedemikian rupa sehingga suasananya menjadi nyaman

lounge = ruangan besar untuk bersantai

draft beer =  pada umumnya istilah yang digunakan untuk mengacu pada setiap bir yang disajikan dari tong besar atau tong, meskipun arti yang tepat dari istilah bervariasi tergantung pada geografi dan niat pengguna. Sementara ini telah membuat definisi, tunggal universal bir semua tapi tidak mungkin untuk menetapkan, ada beberapa konsep disepakati biasanya dimaksudkan atau tersirat ketika melayani atau memesan bir. Di Amerika Serikat dan banyak negara Barat, bir telah menjadi cukup identik dengan bir tong dan biasanya disajikan di bar atau restoran dari tong suatu.

Asal dari istilah “draft beer” berasal dari istilah bahasa Inggris Kuno "dragen," yang berarti "membawa." Ini adalah sumber dari sejumlah istilah yang berbeda digunakan dalam menuangkan dan melayani bir termasuk "menarik," "seret," dan "konsep," yang masih digunakan di Inggris. Draft panjang, atau rancangan, datang yang akan digunakan tidak hanya untuk proses penyajian bir, tapi untuk jenis bir itu sendiri, diambil dari sebuah tong atau tong dan disajikan kepada pelanggan.


cocktail =  harusnya di ganti koktail , koktail adalah minuman beralkohol yang dicampur dengan minuman atau bahan-bahan lain yang beraroma. Sebelum disajikan dalam gelas khusus koktail, minuman ini diaduk atau diguncang-guncang supaya bahan-bahannya tercampur. Minuman beralkohol yang sering dijadikan koktail adalah gin, wiski, rum, dan terutama vodka.

Wacana ini di ambil dari Koran INVESTOR DAILY 
terbitan Sabtu-Minggu 10 -11 September 2011
Halaman 26 bagian Dining Out

Senin, 26 September 2011

Lebih Bangga Berbahasa Asing

 Cianjur, Kompas - Kecenderungan media masa lebih bangga menggunakan 
  kata dalam bahasa asing dibanding memakai kata dalam bahasa Indonesia 
  menimbulkan keprihatinan. Padahal, jika bahasa Indonesia kian 
  tergerus, tak ada lagi kebanggaan pada bangsa ini. 

  Persoalan itu mengemuka pada pembukaan Konvensi II Forum Bahasa Media 
  Massa (FBMM) di Wisma Kompas-Gramedia, Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa 
  Barat, Selasa (3/4). Konvensi selama dua hari itu diikuti pengurus 
  FBMM dari seluruh Indonesia, Pusat Bahasa dan Balai Bahasa, wakil 
  media massa, serta akademisi. 

Minggu, 25 September 2011

Kesetiaan Terhadap Bahasa Indonesia

Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, bahasa Indonesia telah terbukti menyatukan berbagai golongan dan etnis ke dalam satu kesatuan bangsa Indonesia. Kata “Indonesia” menjadi identitas suatu wilayah, bangsa dan bahasa, yaitu (1) tanah Indonesia, (2) bangsa Indonesia, dan (3) bahasa Indonesia. Identitas itu merupakan sebuah simbol dan cerminan jati diri masyarakatnya. Identitas keindonesiaan melalui sebuah bahasa tercermin dari “keindonesiaan” bahasa yang dipakai penuturnya. Indonesia, bila dilihat dari komposisi bahasanya masih memiliki ratusan kata serapan yang diambil dari bahasa asing (terutama Inggris dan Belanda) yang sejatinya tidak perlu diserap karena sudah memiliki padanan. Pemadanan kosa kata dan istilah asing memang dilakukan lewat penerjemahan, penyerapan, atau gabungan penerjemahan dan penyerapan. Akan tetapi kalau mau jujur, istilah asing yang sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia seharusnya tidak perlu lagi dilakukan penyerapan, terutama dengan penyesuaian ejaan karena hal ini jelas-jelas “menzalimi” bahasa Indonesia itu sendiri. Kata-kata yang bercita rasa Indonesia terus terang kurang disukai daripada produk kosa kata asing, karena orang Indonesia lebih suka membuat analogi penyerapan sendiri tanpa mengetahui kalau istilah yang “diserap sendiri” itu sudah ada padanannya, selain dengan penyerapan yang “coba-coba” namun laris di pasaran. Kezaliman inilah yang terus terang menghambat Pusat Bahasa melakukan percepatan dalam memartabatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bahkan sebagai bahasa kawasan.